WhatsApp Icon
Konsultasi Via WhatsApp Klik disini untuk konsultasi gratis

Kenapa Decking Bengkirai Cepat Rusak? Hindari Kesalahan Teknis Dalam Penggunaan Kayu Bengkirai!

Bengkirai itu primadona. Tampilannya eksotis, seratnya rapat, dan harganya jauh lebih masuk akal kalau dibandingin sama ulin atau jati.

Tapi, sering banget dengar keluhan: “Kenapa decking bengkirai di teras saya baru dua tahun sudah melengkung dan pecah-pecah?”

Jujur saja, itu jarang sekali karena kayu yang Anda beli kualitasnya buruk. Masalahnya justru sering sembunyi di kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai saat proses pemilihan sampai pemasangannya. 

Banyak pemilik rumah yang asal tempel, akhirnya uang melayang dan teras malah jadi tidak enak dilihat. Yuk, kita bedah apa saja yang sering bikin proyek decking gagal total.

1. Jangan Mau Beli Kayu “Muda” yang Belum Matang

Kesalahan paling dasar itu di pemilihan material. Bengkirai memang kuat, tapi kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai yang fatal adalah memakai kayu yang belum cukup umur atau kadar airnya masih tinggi.

Banyak supplier yang asal jual kayu tanpa proses pengeringan (kiln-dry) yang benar. Kayu yang masih “basah” itu ibarat bom waktu. 

Begitu dipasang di area outdoor dan kena terik matahari, air di dalam kayu bakal menguap paksa. Akibatnya? Kayu melengkung, retak rambut, sampai terlepas dari dudukannya. 

Kalau mau aman, pastikan cek standar Rumah Parquet, setidaknya mereka paham betul pentingnya kayu yang sudah matang di oven sebelum dipasang.

2. Memasang Tanpa Celah (Gap) Itu “Dosa” Besar

Kayu itu material hidup. Dia bisa “bernafas”, memuai kalau lembab, dan menyusut kalau panas.

Salah satu kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai yang paling sering bikin tukang geleng-geleng kepala adalah memaksakan pemasangan yang terlalu rapat.

Tanpa celah (setidaknya 3-5 mm), kayu tidak punya ruang untuk bergerak. Pas musim hujan, kayu menyerap air dan memuai.

Karena tidak ada ruang, papan kayu saling tekan sampai akhirnya “meledak” atau terangkat dari rangkanya.

Jangan pernah memaksa tukang untuk pasang rapat cuma demi alasan “kerapian”. Itu bukan rapi, itu mengundang bencana.

3. Salah Pilih Rangka, Rangkanya Lapuk duluan

Banyak yang ingin hemat dengan pakai rangka kayu lunak atau kayu lokal murah untuk menopang papan bengkirai yang keras.

Ini kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai yang sangat merugikan.

Bayangkan saja, papan decking-nya sekeras batu, tapi tulangan rangkanya kayu lunak yang gampang dimakan rayap.

Sekali rangkanya lapuk, decking akan goyang dan tidak rata. Rangka itu tulang punggung. Pakailah kayu kelas kuat atau besi galvanis yang tahan karat.

Jangan ambil risiko di sini, karena kalau rangka yang bermasalah, seluruh lantai kayu Anda harus dibongkar total.

4. Drainase Buruk, Kayu Jadi “Kolam”

Bengkirai memang tahan cuaca, tapi dia bukan kayu akuatik. Kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai berikutnya adalah memaksakan pasang di area yang drainasenya jelek.

Kalau air hujan mengendap di bawah decking dan tidak ada jalur keluar, bagian bawah kayu akan basah terus-menerus.

Tanpa sirkulasi udara yang baik, bagian bawah kayu bakal lapuk dan membusuk dari dalam tanpa kita sadari.

Pastikan area dasar punya kemiringan yang pas supaya air langsung “kabur” ke pembuangan.

5. Jangan Pakai Paku, Itu Bakal Jadi Karatan

Pernah lihat noda hitam di sekitar lubang sekrup? Itu tanda kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai yang fatal: pakai paku biasa atau sekrup besi murah.

Di area outdoor, besi biasa pasti karatan. Karat itu bukan cuma merusak sekrup, tapi juga “racun” buat serat kayu di sekitarnya.

Serat kayu yang kena karat bakal menghitam, lembek, dan akhirnya hancur. Pakailah sekrup stainless steel (grade 304 atau 316).

Selain itu, wajib bor pilot hole dulu supaya kayu bengkirai yang super keras itu tidak pecah saat disekrup.

6. Lupa Perawatan Itu Fatal

Terakhir, jangan anggap kayu bengkirai itu “batu” yang tahan selamanya. Kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai yang sering dianggap sepele adalah malas melakukan re-coating.

Coating itu bukan cuma biar mengkilap, tapi itu benteng utama dari sinar UV dan air hujan. Tanpa lapisan ini, pori-pori kayu terbuka dan langsung terpapar cuaca ekstrem.

Kayu akan jadi abu-abu, kasar, dan retak-retak. Lakukan re-coating minimal setahun sekali. Kalau tidak sempat, panggil tim Rumah Parquet buat bantu perawatannya. 

Jangan nunggu sampai kayunya rusak parah baru panik, benerinnya jauh lebih mahal, lho.

Kesimpulan

Memasang decking bengkirai itu investasi jangka panjang buat rumah Anda. Kalau cara mainnya benar, hasilnya bakal awet belasan tahun.

Hindari kesalahan teknis dalam penggunaan kayu bengkirai di atas, dan pastikan setiap langkah dilakukan dengan benar.

Kalau ragu, mending tanya ahlinya daripada nekat sendiri dan menyesal di akhir. Ingat, rumah yang cantik itu kuncinya di detail yang tidak asal-asalan!