WhatsApp Icon
Konsultasi Via WhatsApp Klik disini untuk konsultasi gratis

7 Faktor Penyebab Penurunan Kualitas Lantai Parket yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

Banyak pemilik rumah yang baru menyadari ada masalah pada lantai parketnya setelah kerusakan sudah cukup parah. Padahal kalau faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket diketahui lebih awal, sebagian besar kerusakan itu bisa dicegah sepenuhnya. Biaya perbaikan lantai parket yang sudah rusak parah bisa berkali-kali lipat lebih mahal dibanding biaya pencegahan yang sederhana.

Lantai parket punya daya tahan yang sangat baik kalau dirawat dengan cara yang tepat. Umurnya bisa mencapai puluhan tahun. Tapi tanpa pemahaman tentang apa saja yang bisa merusaknya, bahkan parket berkualitas tinggi pun bisa cepat habis.

1. Kelembaban Udara yang Tidak Stabil

Kelembaban adalah faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang paling sering diremehkan. Kayu bereaksi langsung terhadap kondisi udara di sekitarnya. Ketika kelembaban ruangan tinggi, papan parket menyerap uap air dan mengembang. Ketika udara kering, papan menyusut kembali. Siklus ini berlangsung terus-menerus mengikuti perubahan musim dan cuaca.

Persoalannya ada pada pengulangan. Proses mengembang dan menyusut yang terjadi bertahun-tahun melemahkan ikatan antar serat kayu dari dalam. Sambungan papan mulai terbuka, permukaan terangkat, dan papan melengkung. Kerusakan struktural seperti ini termasuk yang paling sulit dan paling mahal untuk diperbaiki.

Menjaga kelembaban ruangan di kisaran 45 sampai 65 persen adalah langkah paling efektif untuk mencegah faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang satu ini. Dehumidifier sangat berguna untuk ruangan yang secara alami lembab seperti lantai dasar atau ruangan dengan ventilasi terbatas.

2. Kontak Langsung dengan Air

Air langsung adalah salah satu faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang dampaknya paling cepat terasa. Tumpahan minuman yang tidak langsung dilap bisa meresap ke dalam serat kayu hanya dalam beberapa menit. Kebiasaan mengepel dengan mop yang terlalu basah memberikan dampak yang sama, hanya berlangsung lebih lambat.

Ketika air sudah masuk ke dalam kayu, prosesnya sulit dibalik. Papan mulai menggembung dari dalam. Warna kayu berubah kehitaman karena jamur berkembang di lapisan bawah. Bagian tepi papan mulai mengangkat dan mengelupas. Kalau genangan air dibiarkan lebih dari satu hari, kerusakan biasanya sudah menyebar ke papan-papan di sekitarnya.

Cara mengepel yang benar adalah menggunakan lap atau mop yang diperas sampai hampir kering. Tujuannya bukan membasahi permukaan tapi mengangkat kotoran tipis. Setiap tumpahan harus langsung dilap saat itu juga.

3. Goresan dari Aktivitas Sehari-hari

Goresan adalah faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang paling mudah terlihat tapi paling sering diabaikan pencegahannya. Pasir halus dan kerikil kecil yang terbawa masuk dari luar ruangan adalah penyebab paling umum. Setiap injakan kaki di atas butiran pasir bekerja persis seperti amplas. Dalam jangka panjang lapisan finishing parket terkikis habis dan permukaan kayu di bawahnya mulai terekspos.

Furnitur yang digeser atau diseret tanpa alas pelindung meninggalkan goresan dalam yang tidak bisa dihilangkan dengan poles biasa. Kaki kursi makan yang sering bergerak adalah pelaku yang paling banyak meninggalkan jejak kerusakan di lantai parket.

Keset tebal di setiap pintu masuk ruangan membantu mengurangi kotoran yang terbawa masuk. Felt pad di bawah setiap kaki furnitur wajib dipasang dan dicek rutin karena bantalan ini aus seiring waktu. Furnitur yang perlu dipindah harus selalu diangkat, tidak diseret.

4. Sinar Matahari Langsung ke Permukaan Lantai

Sinar matahari adalah faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang jarang masuk radar kebanyakan orang. Radiasi UV yang masuk melalui jendela bekerja perlahan tapi dampaknya permanen dan tidak bisa diperbaiki dengan poles atau perawatan biasa.

Area lantai parket yang sering terkena sinar matahari langsung akan memudar warnanya jauh lebih cepat dibanding area yang tertutup karpet atau furnitur. Setelah bertahun-tahun perbedaan warnanya menjadi sangat mencolok. Selain memudarkan warna, panas dari sinar matahari juga mempercepat penguapan kelembaban alami dari dalam kayu sehingga kayu menjadi lebih rapuh dan mudah retak di bagian tepi.

Gorden dengan lapisan UV blocking atau kaca film pada jendela yang menghadap langsung ke lantai adalah solusi yang paling efektif untuk menangani faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket dari sinar matahari.

5. Produk Pembersih yang Salah

Penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai adalah faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang efeknya tidak langsung terlihat. Lantai terlihat bersih setelah dipel, tapi lapisan pelindung kayu sedang digerus perlahan di balik permukaan yang mengkilap itu.

Cairan pembersih serbaguna dengan bahan kimia keras mengikis lapisan finishing parket setiap kali digunakan. Pembersih berbahan cuka yang dianggap alami sebenarnya bersifat asam dan merusak lapisan permukaan kayu secara bertahap. Produk berbusa meninggalkan residu yang menumpuk dan membuat lantai parket terlihat kusam meski sering dibersihkan.

Produk yang tepat untuk lantai parket adalah yang diformulasikan khusus untuk material kayu. Untuk perawatan harian, sapu berbulu lembut atau vacuum cleaner tanpa sikat keras sudah lebih dari cukup untuk menjaga lantai parket tetap bersih tanpa merusak lapisannya.

6. Pemasangan yang Tidak Sesuai Standar

Banyak kasus penurunan kualitas lantai parket yang akarnya bukan dari pemakaian sehari-hari tapi dari proses instalasi yang salah sejak awal. Faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket dari tahap pemasangan ini sering baru terlihat berbulan-bulan setelah instalasi selesai sehingga sering disalahartikan sebagai cacat material.

Parket yang dipasang tanpa expansion gap yang cukup di tepi ruangan tidak punya ruang untuk mengembang secara alami. Ketika kelembaban naik dan kayu mengembang, papan-papan itu saling mendorong dan permukaannya terangkat. Subfloor yang tidak rata dan tidak benar-benar kering sebelum pemasangan juga menjadi sumber masalah besar yang efeknya tidak bisa dihentikan tanpa membongkar seluruh lantai.

Solusinya ada di tahap paling awal yaitu memilih kontraktor yang benar-benar memahami karakteristik kayu sebagai material. Expansion gap, kondisi subfloor, dan aklimatisasi kayu sebelum pemasangan adalah tiga hal yang menentukan apakah lantai parket akan awet atau cepat bermasalah.

7. Tidak Ada Perawatan Berkala

Absennya perawatan rutin adalah faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket yang dampaknya terasa paling lambat tapi paling pasti. Lapisan finishing yang melindungi kayu dari air, kotoran, dan gesekan akan habis secara alami seiring waktu. Kalau tidak diperbarui, kayu di bawahnya mulai terekspos dan menjadi rentan terhadap semua faktor kerusakan lainnya.

Refinishing adalah prosedur standar yang perlu dijadwalkan secara berkala. Rata-rata lantai parket perlu menjalani refinishing setiap 5 sampai 10 tahun sekali tergantung intensitas pemakaian. Prosesnya melibatkan pengamplasan ringan pada permukaan dan pelapisan ulang dengan varnish atau oli kayu.

Untuk perawatan harian, membersihkan debu dengan sapu berbulu lembut atau vacuum cleaner sudah sangat membantu memperlambat keausan lapisan finishing. Konsistensi perawatan kecil setiap hari jauh lebih efektif daripada perawatan besar yang hanya dilakukan sesekali.

Kenali Faktor Penyebab Penurunan Kualitas Lantai Parket Sebelum Terlambat

Memahami faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket adalah langkah pertama yang paling penting sebelum kerusakan terjadi. Kelembaban yang tidak dijaga, paparan air langsung, goresan yang terakumulasi, sinar matahari tanpa filter, produk pembersih yang salah, pemasangan yang tidak standar, dan tidak adanya perawatan rutin adalah tujuh hal yang paling sering menjadi penyebab lantai parket rusak sebelum waktunya.

Lantai parket yang bagus adalah investasi jangka panjang. Mengetahui apa saja faktor penyebab penurunan kualitas lantai parket sejak dini adalah cara paling cerdas untuk memastikan investasi itu bertahan selama mungkin.