WhatsApp Icon
Konsultasi Via WhatsApp Klik disini untuk konsultasi gratis

 5 Kesalahan Umum Dalam Penggunaan Lantai Parket yang Sering Dilakukan dan Cara Menghindarinya

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket hampir selalu terjadi tanpa disadari. Kebiasaan sehari-hari yang terlihat normal ternyata pelan-pelan merusak lantai dari dalam. Mengenali kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket sejak awal jauh lebih menguntungkan daripada harus berurusan dengan kerusakan yang sudah terlanjur parah.

Biaya perbaikan lantai parket yang rusak berat tidak murah dan prosesnya tidak sederhana. Lima kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket berikut ini adalah yang paling sering ditemui dan paling sering diabaikan.

1. Mengepel Lantai Parket dengan Mop yang Terlalu Basah

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket yang pertama dan paling banyak dilakukan adalah mengepel dengan kondisi mop atau kain yang terlalu basah. 

Banyak orang mengira lantai yang bersih harus dipel dengan banyak air. Untuk lantai keramik kebiasaan itu tidak masalah, untuk lantai parket efeknya sangat merusak.

Kayu menyerap air jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Air masuk ke celah antar papan dan meresap ke dalam serat kayu. Papan mulai mengembang dari dalam, bagian tepinya perlahan terangkat, dan jamur mulai tumbuh di lapisan bawah.

Cara yang benar adalah memeras mop atau kain sampai hampir kering sebelum menyentuh permukaan parket. Tujuan mengepel adalah mengangkat kotoran tipis yang menempel, bukan membasahi lantai. 

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket soal cara mengepel ini kelihatannya sepele tapi dampaknya kumulatif dan makin cepat merusak kalau terus diulang.

2. Memakai Produk Pembersih yang Tidak Sesuai untuk Lantai Kayu

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket berikutnya adalah soal pilihan produk pembersih. Banyak pemilik rumah menggunakan cairan pembersih serbaguna atau sabun cuci piring karena dianggap praktis. 

Hasilnya lantai terlihat bersih, padahal lapisan pelindung kayu sedang digerus setiap kali produk itu digunakan.

Cairan pembersih dengan kandungan kimia keras mengikis lapisan finishing parket secara bertahap. Produk berbahan cuka bersifat asam dan merusak permukaan kayu dari waktu ke waktu. Produk berbusa meninggalkan residu yang menumpuk dan membuat lantai parket terlihat kusam.

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket yang berkaitan dengan produk pembersih ini sangat mudah dihindari. Gunakan produk yang diformulasikan khusus untuk material kayu. Untuk pembersihan harian, sapu berbulu lembut atau vacuum cleaner tanpa sikat keras sudah lebih dari cukup.

3. Membiarkan Furnitur Berat Berdiri di Satu Titik Tanpa Pelindung

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket yang satu ini jarang disadari karena efeknya baru terlihat bertahun-tahun kemudian. Lemari pakaian penuh, tempat tidur dari kayu solid, rak buku yang sesak, semua itu punya bobot yang tidak main-main. 

Tanpa alas pelindung, tekanan terpusat pada kaki-kaki kecil furnitur dan papan parket di bawahnya pelan-pelan penyok.

Kaki furnitur yang keras juga meninggalkan goresan setiap kali furnitur bergeser sedikit. Gesekan kecil yang terjadi berulang kali itu lama-lama mengikis lapisan finishing dan meninggalkan bekas yang permanen.

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket soal furnitur ini sangat mudah dicegah. Pasang felt pad di bawah setiap kaki furnitur dan ganti secara rutin ketika bantalan sudah menipis. Geser posisi furnitur besar secara berkala agar tekanan tidak terus-menerus jatuh di titik yang sama.

4. Tidak Menjaga Kelembaban Ruangan

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket ini sering dianggap di luar kendali pemilik rumah padahal sebenarnya bisa dikelola dengan mudah. Kayu terus bereaksi terhadap perubahan kelembaban udara di sekitarnya. 

Ketika kelembaban terlalu tinggi papan parket mengembang, ketika terlalu kering papan menyusut.

Akibat yang paling sering muncul dari kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket ini adalah celah yang terbuka di antara papan saat musim kemarau. 

Di sisi lain, papan yang saling bertabrakan hingga permukaannya terangkat terjadi saat kelembaban terlalu tinggi. Kerusakan struktural seperti ini membutuhkan perbaikan yang tidak bisa dilakukan setengah-setengah.

Menjaga kelembaban ruangan di angka 45 sampai 65 persen adalah standar yang dianjurkan untuk ruangan dengan lantai parket. Dehumidifier untuk ruangan yang lembab dan humidifier untuk ruangan yang terlalu kering adalah investasi kecil yang dampaknya besar terhadap umur lantai parket.

5. Mengabaikan Perawatan Rutin dan Refinishing

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket yang terakhir adalah menganggap lantai parket tidak perlu perawatan khusus setelah dipasang. 

Pemahaman ini yang paling sering menjadi alasan kenapa lantai parket mahal sekalipun bisa cepat rusak. Lapisan finishing yang melindungi kayu akan habis secara alami seiring pemakaian.

Tanpa perawatan berkala, kayu di bawah lapisan finishing mulai terekspos dan rentan terhadap semua jenis kerusakan. Tanda yang perlu diwaspadai adalah ketika permukaan lantai mulai kusam meski sudah dibersihkan, atau ketika air yang tumpah langsung meresap tanpa membentuk butiran di permukaan.

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket soal perawatan ini bisa diatasi dengan menjadwalkan refinishing setiap 5 sampai 10 tahun sekali. Prosesnya melibatkan pengamplasan ringan dan pelapisan ulang dengan varnish atau oli kayu. 

Membersihkan debu setiap hari dengan sapu berbulu lembut juga sangat membantu memperlambat keausan lapisan pelindung lantai parket.

Hindari Kesalahan Umum Dalam Penggunaan Lantai Parket Sebelum Terlambat

Kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket hampir selalu berakar dari kebiasaan yang terlihat sepele. Mengepel terlalu basah, memakai produk pembersih yang salah, membiarkan furnitur berat tanpa pelindung, mengabaikan kelembaban ruangan, dan tidak ada jadwal perawatan berkala adalah lima hal yang paling sering membuat lantai parket rusak sebelum waktunya.

Kalau kelima kesalahan umum dalam penggunaan lantai parket di atas sudah diketahui dan dihindari sejak awal, umur lantai parket bisa jauh lebih panjang dari yang diperkirakan. Lantai parket yang dirawat dengan benar tampilannya tetap bagus dan nilainya terjaga dalam jangka panjang.