Punya decking di luar rumah itu menyenangkan. Tapi ada satu hal yang sering tidak diperhitungkan orang waktu pertama kali memasangnya: matahari.
Bukan cuma soal warna yang memudar. Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking jauh lebih dalam dari itu dan kalau tidak diantisipasi sejak awal, decking yang tadinya bagus bisa cepat sekali terlihat tua dan rusak.
Table of Contents
Matahari Bekerja Dua Kali Lipat Terhadap Decking
Kebanyakan orang tahunya matahari bikin warna decking pudar. Itu benar, tapi itu baru separuh ceritanya.
Radiasi UV yang terkandung sinar matahari bisa merusak struktur permukaan material decking. Proses ini berlangsung setiap hari dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dan baru akan terasa ketika sudah cukup lama.
Yang kedua adalah panas fisiknya. Siang hari papan decking mengembang karena panas, malam hari menyusut lagi karena suhu turun. Siklus ini terjadi setiap hari tanpa berhenti dan pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking dari pergerakan material yang berulang ini yang paling banyak merusak sambungan dan struktur papan dalam jangka panjang.
Pengaruh Paparan Sinar Matahari Terhadap Decking Kayu Solid
Kalau kamu pakai decking kayu solid, pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking akan terasa lebih cepat dibanding jenis material lainnya. Dalam beberapa bulan pertama saja warnanya sudah mulai berubah.
Kayu punya kandungan lignin yang memberi warna alaminya. Radiasi UV mengurai lignin itu perlahan-lahan sampai warna kayunya berubah jadi abu-abu kusam. Yang bikin frustrasi, prosesnya tidak merata karena area yang lebih sering kena matahari langsung berubah lebih cepat dari area yang terlindung.
Panas yang intens juga mengeringkan kayu lebih cepat dari seharusnya. Kayu yang terlalu kering mulai retak di permukaan dan tepi papan. Kalau retakannya sudah cukup dalam, air hujan bisa masuk dan memulai proses pembusukan dari dalam yang jauh lebih susah ditangani.
Decking Composite Lebih Tahan Pengaruh Paparan Sinar Matahari
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking composite tidak separah kayu solid dalam hal perubahan warna. Material ini lebih stabil secara kimiawi terhadap radiasi UV.
Masalahnya ada di panas. Composite menyerap dan menahan panas lebih lama dibanding kayu. Di siang hari yang terik, permukaan decking composite bisa sangat panas sampai tidak nyaman diinjak tanpa sandal. Ini hal yang sering tidak disadari orang waktu memilih material decking.
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking composite pada warnanya juga sangat bergantung pada kualitas produknya. Composite murah tanpa perlindungan UV yang cukup bisa pudar cukup parah dalam dua sampai tiga tahun pertama.
WPC Paling Tahan di Antara Semua Pilihan
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking WPC adalah yang paling minimal. Material ini dirancang dari awal untuk tahan terhadap kondisi outdoor termasuk paparan UV langsung.
Warnanya jauh lebih stabil dari kayu solid maupun composite kelas bawah. Perubahan warna tetap ada tapi sangat lambat dan biasanya tidak mencolok bahkan setelah bertahun-tahun terpapar matahari langsung.
Satu hal yang perlu tetap diwaspadai adalah suhu permukaannya. WPC sama seperti composite bisa sangat panas di siang hari. Kalau area decking sering digunakan tanpa alas kaki, ini perlu jadi pertimbangan sejak awal memilih material.
Yang Terjadi Kalau Dibiarkan Tanpa Perlindungan
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking yang paling merusak dalam jangka panjang adalah kombinasi dari perubahan kimiawi dan pergerakan fisik material yang terjadi bertahun-tahun.
Sambungan antar papan mulai longgar. Sekrup mulai kendur. Celah yang tadinya rapi dan seragam jadi tidak karuan ukurannya. Pada decking kayu yang tidak dirawat sama sekali, retakannya bisa masuk cukup dalam sampai air hujan bebas masuk dan pembusukan dimulai dari dalam papan.
Kalau sudah sampai tahap ini, perbaikannya bukan lagi soal refinishing atau poles. Papannya perlu diganti dan itu biayanya tidak kecil.
Cara Melindungi Decking dari Pengaruh Paparan Sinar Matahari
Oles UV Protector Sebelum Musim Panas
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking kayu solid bisa diperlambat dengan pengolesan UV protector atau sealant secara rutin. Produk ini membentuk lapisan tipis di permukaan yang menahan sebagian radiasi UV masuk ke dalam serat kayu.
Untuk area yang kena matahari langsung seharian, pengolesan ulang biasanya perlu dilakukan setiap 6 sampai 12 bulan sekali. Jangan tunggu sampai warna kayunya sudah berubah baru mulai mengoles karena saat itu kerusakannya sudah terjadi.
Pasang Naungan di Atasnya
Solusi paling langsung untuk mengurangi pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking adalah memberikan naungan. Kanopi atau pergola mengurangi paparan UV secara signifikan tanpa menutup sirkulasi udara.
Pergola dengan tanaman rambat bahkan bisa jadi elemen dekoratif yang menarik. Naungan alami dari tanaman mendinginkan area decking dan membuat suasana outdoor jauh lebih nyaman di siang hari.
Pilih Material yang Tepat Sejak Awal
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking bisa diminimalkan sejak hari pertama pemasangan dengan memilih material yang sudah punya perlindungan UV bawaan. WPC dan composite kelas atas dengan lapisan co-extrusion adalah pilihan yang paling masuk akal untuk area outdoor dengan intensitas matahari tinggi.
Biaya materialnya memang lebih mahal di awal. Tapi jauh lebih hemat dibanding harus menanggung biaya perawatan intensif atau ganti papan yang rusak karena paparan matahari yang tidak diantisipasi.
Bersihkan Secara Rutin
Kotoran dan lumut yang menumpuk memperparah pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking. Lapisan kotoran menahan panas lebih lama di permukaan dan membuat material di bawahnya lebih cepat terdegradasi.
Bersihkan decking minimal dua minggu sekali. Langkah sederhana ini memastikan lapisan pelindung permukaan bisa bekerja optimal dan tidak tertutup kotoran yang justru mempercepat kerusakan.
Intinya
Pengaruh paparan sinar matahari terhadap decking adalah sesuatu yang pasti terjadi. Tidak ada material decking yang benar-benar kebal terhadap matahari selama dipasang di area outdoor.
Yang membedakan decking yang masih bagus setelah sepuluh tahun dengan yang sudah rusak dalam tiga tahun hampir selalu bukan soal kualitas material semata. Perlindungan yang diberikan dan konsistensi perawatan sejak awal adalah yang paling menentukan.
