WhatsApp Icon
Konsultasi Via WhatsApp Klik disini untuk konsultasi gratis

5 Cara Merawat Lantai Parket Agar  Awet, Bersih dan Tetap Mengkilap

Masih bingung gimana cara merawat lantai parket agar awet? Banyak pemilik rumah menyamakan perawatannya dengan lantai keramik. Padahal salah treatment sedikit saja, parket bisa melengkung, kusam, atau jamuran dalam hitungan bulan.

Sebelum bahas detailcara merawat lantai parket agar awet, penting pahami dulu karakternya. Parket kayu terbuat dari potongan kayu solid atau engineered wood yang disusun dengan pola herringbone, chevron, atau mozaik. Karena 100% berbahan kayu asli, material ini sangat sensitif terhadap air, kelembaban, goresan, dan perubahan suhu.

Tapi tenang, dengan teknik yang benar, investasimu nggak akan sia-sia. Lantai parket bisa bertahan 15-25 tahun dan tetap terlihat seperti baru. Artikel ini akan kupas tuntas cara merawat lantai parket agar awet dari harian, mingguan, sampai tahunan biar lantaimu awet.

Kenapa Parket Butuh Perawatan Khusus?

Berbeda dengan granit atau keramik yang tahan banting, parket punya “nyawa”. Ini 3 alasan utama kenapa kamu wajib paham cara merawat lantai parket agar awet:

  1. Higroskopis: Kayu “Bernafas”
    Kayu alami menyerap dan melepas kelembaban dari udara. Kalau ruangan terlalu lembab >60%, parket mengembang. Kalau terlalu kering <40%, parket menyusut dan retak. Makanya perawatan parket wajib melibatkan kontrol kelembaban ruangan.
  2. Lapisan Finishing Bisa Aus
    Lapisan PU, UV coating, atau wax pada parket berfungsi sebagai tameng. Debu, pasir, dan bahan kimia keras bisa mengikis lapisan ini. Begitu lapisan pelindung hilang, kayu asli di bawahnya langsung terekspos. Ini alasan kenapa cara merawat lantai parket agar awet nggak boleh pakai pembersih sembarangan.
  3. Nilai Estetika = Nilai Properti
    Parket yang terawat bikin rumah kelihatan mewah dan nilai jual naik. Sebaliknya, parket kusam dan berjamur justru nurunin harga rumah. Jadi perawatannya = investasi jangka panjang.

Karena itu, memahami cara merawat lantai parket agar awet bukan sekadar bersih-bersih, tapi strategi menjaga aset.

15 Langkah Perawatan Lantai Parket Biar Awet, Dari Harian Sampai Tahunan

1. Bersihkan Debu & Pasir Setiap Hari

Ini perawatan paling dasar tapi sering disepelekan. Debu halus dan butiran pasir = amplas alami. Kalau diinjak tiap hari, bakal bikin goresan mikro yang lama-lama bikin lantai kusam.

Caranya:

  • Gunakan sapu berbulu halus, microfiber dry mop, atau vacuum cleaner dengan soft brush attachment.
  • Hindari sapu ijuk atau sapu lidi yang kasar.
  • Fokus di area high traffic seperti pintu masuk, dapur, dan lorong.

Konsisten menyapu tiap hari adalah kunci utama agar lantai tetap awet.

2. Mengepel: Gunakan Lap Lembab, Bukan Basah

Kesalahan #1 cara merawat lantai parket agar awet parket adalah mengepel pakai air banyak. Kayu dan air adalah musuh bebuyutan. Air yang meresap ke sela parket bikin papan melengkung, cupping, atau crowning.

Aturan emas saat mengepel:

  • Gunakan kain pel microfiber. Peras sampai terasa lembab saja, nggak ada air menetes.
  • Pel searah serat kayu biar kotoran terangkat maksimal.
  • Langsung keringkan dengan kain kering kalau ada sisa lembab.
  • Frekuensi: 1-2x seminggu cukup, tergantung kotor.

3. Pilih Cairan Pembersih Khusus Kayu, pH Netral

Ini poin krusial. Pembersih lantai keramik biasanya mengandung asam, klorin, atau amonia. Bahan ini mengikis lapisan PU/coating parket.

Cara merawat lantai parket agar awet yang benar:

  • Pakai wood floor cleaner dengan pH netral.
  • Hindari: cuka, baking soda, karbol, pemutih, dan cairan berbasis minyak yang bikin licin.
  • Kalau darurat, air biasa + 2 tetes sabun cuci piring mild sudah cukup.

Tabel: Pembersih Aman vs Tidak Aman untuk Parket

Aman untuk ParketMERUSAK ParketEfek Kerusakan
Wood floor cleaner pH neutralKarbol, BayclinMengikis coating, belang
Air + sabun cuci piring mildCuka / Asam SitratMembuat kayu kering & retak
Tea tree oil dilutedAmoniaBikin kusam & mengelupas
Microfiber + airSteam mop / uap panasPapan melengkung

4. Aturan 5 Menit: Segera Lap Tumpahan

Kopi tumpah? Air galon bocor? Jangan ditunda. Semakin lama cairan menggenang, semakin dalam meresap ke pori kayu.

Tumpahan yang dibiarkan >30 menit bisa ninggalin noda permanen, black spot karena tanin kayu bereaksi dengan air, atau jamur. Jadi prinsip penting dalam perawatan adalah: tumpah > lap > kering.

5. Kasih “Sepatu” untuk Furnitur

Gesekan kaki kursi, meja, dan lemari adalah penyebab goresan #1. Cara merawat lantai parket agar awet wajib pasang felt pad atau furniture protector di semua kaki furnitur.

Tips tambahan biar aman dari goresan:

  • Jangan geser furnitur. Angkat kalau mau pindah.
  • Untuk furnitur berat seperti lemari, pakai tatakan kayu/triplek saat memindahkan.
  • Roda kursi kantor? Ganti dengan polyurethane casters yang aman untuk kayu.

6. Wajib Pakai Keset di Semua Pintu Masuk

80% kotoran dan pasir masuk dari alas kaki. Keset adalah first line of defense. cara merawat lantai parket agar awet, taruh keset kasar di luar, keset halus di dalam. Biasakan rule lepas sepatu di dalam rumah sebagai bagian dari cara merawat lantai parket agar awet.

7. Jaga Kelembaban Ruangan 40% – 60%

Ini bagian perawatan yang sering dilupakan karena nggak kelihatan. Indonesia lembab, apalagi musim hujan. Kelembaban >60% bikin parket memuai, cupping, dan jamuran.

Solusi menjaga kelembaban:

  • Pakai hygrometer digital untuk monitor RH ruangan. Harga 30rb-an.
  • Nyalakan AC dry mode atau dehumidifier kalau RH >60%.
  • Pastikan sirkulasi udara bagus. Buka jendela saat cuaca cerah.
  • Musim kemarau pakai AC terus? Taruh humidifier kecil biar RH nggak <40% dan parket retak.

8. Coating / Re-finishing Berkala 3-5 Tahun Sekali

Sepintar apapun perawatan harian, lapisan pelindung tetap aus termakan usia. Tanda parket butuh re-coating: mulai kusam, goresan halus banyak, air nggak lagi “lari” tapi langsung meresap.

Re-finishing = amplas tipis lalu lapis ulang PU/wax. Ini cara merawat lantai parket agar awet jangka panjang dan bikin lantai looks brand new lagi. Untuk hasil maksimal, panggil profesional.

9. Buffing & Deep Clean Tahunan dengan Mesin Scrubber

Lantai parket di area komersial atau rumah yang >3 tahun biasanya butuh deep clean. Perawatan level pro adalah pakai mesin scrubber dengan white pad atau red pad yang lembut.

Mesin ini menyemprotkan wood cleaner minimalis, menyikat halus, lalu vakum sisa airnya. Hasilnya kotoran membandel di pori kayu keangkat tanpa bikin lantai kebasahan. Lakukan 1x setahun.

10. Hindari High Heels & Kuku Hewan Tajam

Hak stiletto = 2000 psi tekanan di satu titik. Bisa bikin parket solid penyok. Ini cara merawat lantai parket agar awet paling simpel: buat aturan no high heels indoor.

Punya anabul? Rutin potong kuku kucing/anjing. Kuku hewan adalah penyebab goresan halus random yang ngerusak estetika.

11. Kontrol Sinar Matahari Langsung

UV bikin warna kayu parket pudar atau menguning, terutama jenis kayu jati dan merbau. Tips perawatan dari UV:

  • Pakai gorden, tirai, atau UV window film di jendela yang hadap barat/timur.
  • Rotasi karpet dan furnitur 6 bulan sekali biar warna pudarnya rata.

12. Gunakan Karpet di Area High Traffic

Ruang keluarga, koridor, dan bawah meja makan = area high traffic. Taruh karpet atau runner untuk mengurangi abrasi langsung. Ini cara simpel biar parket awet tanpa ribet. Pastikan karpet pakai alas anti-slip yang breathable, bukan karet yang memerangkap lembab.

13. Jangan Pernah Pakai Steam Mop

Banyak iklan bilang steam mop aman untuk kayu. Big no. Uap panas + tekanan = memaksa air masuk ke sela parket. Garansi parketmu bisa hangus. Jadi ini pantangan keras dalam cara merawat lantai parket agar awet.

14. Atasi Noda Membandel dengan Cara yang Benar

Tips saat kena noda:

  • Noda tinta/spidol: Teteskan sedikit alkohol isopropil di kain, tap-tap noda, langsung lap basah.
  • Bekas sepatu hitam: Gosok pakai penghapus pensil, atau kain + sedikit baking soda pasta.
  • Lilin: Kerok pakai kartu plastik kalau sudah keras. Taruh kertas lalu setrika hangat untuk sisa lilin.
    Jangan pernah pakai amplas kasar.

15. Pilih Parket Berkualitas Sejak Awal

Semua tips perawatan akan lebih mudah kalau material dasarnya bagus. Parket dengan kadar air 8-12%, kiln dry, dan finishing UV 6 lapis jelas lebih tahan lama daripada parket murah tanpa treatment. Jadi perawatan yang efektif dimulai dari saat membeli.

5 Kesalahan Fatal dalam Perawatan Lantai Parket

Banyak yang sudah niat tapi salah langkah. Hindari ini kalau mau lantaimu awet:

  1. Mengepel Becek Kayak Lantai Kamar Mandi
    Parket bukan keramik. Air = warping.
  2. Pakai Karbol atau Cuka “Biar Keset”
    Asam bikin coating ngelupas. Keset 2 menit, kusam selamanya.
  3. Diemin Tumpahan “Nanti Aja Ngelapnya”
    30 menit cukup buat bikin noda permanen.
  4. Nggak Pernah Re-coating Sama Sekali
    Ngarep parket kinclong 10 tahun tanpa maintenance = mustahil. Re-coating adalah bagian wajib agar awet.
  5. Geser Lemari Sendirian Tanpa Alas
    Sekali geser, goresan sedalam 2mm bisa muncul. Nggak bisa hilang kecuali amplas total.

Kapan Harus Panggil Profesional?

Kalau sudah rutin menerapkan cara merawat lantai parket agar awet tapi muncul masalah ini, stop DIY:

  1. Parket cupping atau crowning parah.
  2. Ada celah >2mm antar papan karena menyusut.
  3. Banyak black spot jamur.
  4. Goresan dalam atau penyok.
  5. Mau sanding & re-finishing total.

Profesional punya mesin buffingsanding, dan coating PU anti-UV yang nggak dijual bebas. Biaya re-finishing 150-300rb/m2 lebih murah daripada ganti parket baru.

Kesimpulan: Konsisten Adalah Kunci Agar Parket Awet

Merawat parket itu maraton, bukan sprint. Nggak ada cara instan biar awet. Kuncinya 3M: Maintenance harian, Moisture control, Mindful terhadap goresan.

Kalau kamu konsisten sapu tiap hari, pel lembab 2x seminggu, pasang felt pad, dan jaga kelembaban, parketmu dijamin awet >15 tahun. Ingat, 90% kerusakan parket terjadi karena human error, bukan karena kayunya jelek. Jadi pahami cara merawat lantai parket agar awet dari sekarang.

Buat kamu yang lagi cari parket baru atau mau re-finishing, pilih supplier yang ngasih edukasi perawatan sejak awal. Rumah Parquet misalnya, nggak cuma jual produk, tapi kasih panduan after-sales lengkap biar lantaimu tetap cakep bertahun-tahun.

Referensi

Untuk mendalami lebih lanjut tentang karakteristik kayu dan perawatan parket, kamu bisa cek sumber kredibel ini:

  1. The Wood Database — Wood Species and Physical Properties – Data lengkap soal kembang-susut, kekerasan, dan densitas kayu dunia.
  2. The Wood Database — Wood Staining and Finishing Guide – Panduan finishing dan coating untuk proteksi kayu.
  3. International Tropical Timber Organization (ITTO) — Tropical Wood Durability – Standar ketahanan kayu tropis terhadap cuaca dan jamur.
  4. Forest Research Institute Malaysia (FRIM) — Tropical Wood Classification – Riset kelembaban dan treatment kayu tropis seperti merbau, jati, kempas.
  5. National Wood Flooring Association (NWFA) — Maintenance Guide – Standar industri dunia untuk perawatan lantai kayu.